Posts

Pemulung (?)

Layaknya manusia biasa, aku pun tak selalu kuat, tak selalu ceria menghadapi kehidupan.. terkadang lemah datang di saat-saat kurang tepat, merasa rapuh dan tertinggal.. butuh dekapan, butuh pelukan kasih sayang..  syukurku terus panjatkan kepada tuhan, masih kudapati pelukan kasih sayang... mengapa kau lemah? mengapa kau rapuh? jangan kau menyerah.. bukankah semuanya pun berproses? bahkan nabi pun memerlukan 23 tahun untuk memperoleh kemenangannya, kemenangan agama Islam disebarkan dengan sebaik-baiknya... bukan hal yang mustahil bagi Tuhan untuk membuat kekasihnya mendapatkan kemenangan langsung dalam satu hari bukan? namun.. Allah, Tuhan yang Maha Alim ingin memberikan hikmah bahwa segala hal harus berproses tak terkecuali kupu-kupu terbang yang cantik itu, yang sering kita lihat saat kecil berproses.. bunga dan pepohonan pun berproses..  tak ayal dengan manusia biasa seperti kita pun harus berproses.. belajar berdiri, bisa berjalan, kaki kita dapat berlari, berkejaran berma...

Klaten yang sederhana

Rasanya ada rindu yang tak bisa di ungkap karena sudah lama tak kutuangkan isi pikirannku dalam bentuk tulisan disini, untuk mengobati rasa rindu itu aku ingin bercerita tentang liburanku ke kampung halaman mamahku, yaitu Klaten.  Dahulu aku berpikir, kampung mamahku kenapa tidak seterkenal itu yaa, sampai aku sadar satu hal, ternyata bukannya tidak terkenal tetapi beberapa orang memang belum tahu tempat itu hehe.. padahal kalau di pikir-pikir kampungnya dekat dengan prambanan.. (mungkin karena dahulu aku beritahu kampung halaman mamahku kesesama teman yang umurnya tak beda jauh dariku, pengetahuannya belum seluas itu, namanya juga anak kecil yang di tahu kan cuma main).  Menurutku Klaten adalah tempat melambatkan jalan, memelankan langkah, dan tempat mengendorkan otot yang tegang, untuk beberapa orang yang terbiasa dengan cepatnya Jakarta pasti kalian paham yang ku maksud kan? hehe.. Walaupun siang hari panas terik, tapi angin sepoi-sepoi dari gunung cukup menutupi panas itu ...

[IN CASE] Kalau Kalian Bingung dan Belum Tahu Tujuan

     Pernah ga kalian bertanya-tanya sebenarnya aku hidup itu untuk mencari apa sih? apakah uang yang banyak? atau pasangan yang ganteng atau cantik? cape-cape sekolah, kuliah ngapain sih?? apakah orang-orang di dunia ini real?? atau hanya sebuah boneka yang dimainkan sang dalang diatasnya? atau aku hidup ngejar cita-cita ya? tapi cita-cita aku aja musiman suka berubah.. hmm...      Kalian pernah ga si merasakan kebingungan kebingungan diatas? aku yakin sii kalian yang baca ini.. klik ini karena judulnya.. ya pasti pernah bingung sama tujuan dan cita-cita kita tuu sejatinya apa sii.. iya kan..?? {hehehe pede 😂} karena aku pernah bingung soo yap.. i write this for u guys and off course for mee.. for remind me..       Guruku pernah berkata di sela-sela pengajian..  beliau bilang begini "jangan kalian memiliki cita-cita hanya serendah duniawi saja, bercita-citalah untuk akhirat agar mulia" saat itu masuk si ke pikiranku.. tapi belum m...

Teduh

Allah... Matanya teduh.. Meneduhkan.. Wajahnya bersinar bak rembulan yang sinarnya menenangkan.. Allah.. Cahaya ilmu terpancar Teduh.. Allah.. Sungguhlah beruntung orang yang itu nantinya, yang dapat melihat terus keindahannya..

"Buku, Bola, dan Dirimu"

"Saat itu kulihat ia membaca bukunya,  saat itu ku sedang suka-sukanya dengan sepak bola.." Bis terus melaju seperti biasa, membawa rombongan lomba Jogja indah kala itu, matahari sudah menyapa malu-malu Kudapati dirumu dan bukumu, jendela bis itu dan masker putihmu..  Covid pun tak mampu menutupi pancaran cahaya mu, entah mengapa mataku selalu tertuju.. Penasaran ku dibuatnya, sosok bercahaya diantara kerumunan manusia peserta lomba, dan baru ku tahu.. kamu dengan hal yang kusuka  pun saling berkaitan , buku dan bola.. Bagaimana bisa?? tolong jangan tanyaa, karena akupun tak tahu jawabannya.. mungkin memang Tuhan sangat baik kepadaku, sehingga aku diizinkan-Nya bertemu dengan mu kala itu.. yaa jogjaa memang menyisahkan kenangan manis kadang kala.. Bisakah bertemu lagi di masa depan? mungkin nanti kita sudah menjadi teman..  atau hanya bisa ku kagumi dalam diam?  sosokmu, tulisanmu, pikiranmu.. entahlah, tapi ku masih suka membaca tulisanmu, agar ku dapat membaca...

sebuah opini ketidak jelasan dimalam hari, resah dan gundah

manusia itu rumit, manusia itu kompleks, yang sederhana itu cintanya pak sapardi... "aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu". kayu rela menjadi abu karena dibakar api, pun sama hal nya dengan lilin yang rela meleleh karena api membakarnya, mungkin keduanya memiliki kesamaan, mungkin saja sama-sama ingin menerangi sekitarnya.. atau memang mereka jatuh cinta dengan sangat sebentar lalu habis dimakan waktu.. akh kompleks sekali aku pun tak tahu dan sedang tak ingin mencari tahu.. yang kutahu itu indah sekaligus menyakitkan..  dulu pun aku berpikir seperti itu, jika ingin menerangi sekitar maka harus mengorbankan diri.. tapi seorang penuh cinta menasehatiku dan berkata "jika kau ingin menerangi sekitarmu, jangan kau mau jadi lilin yang merelakan dirinya dibakar untuk menerangi sekitarnya, tapi... jadilah senter yang sama-sama bermanfaat dan dapat menerangi dirinya sendiri dan sekitarnya" berma...

Perjalanan Hikmah

Kala itu kompor mamah sudah dinyalakan padahal sang surya pun masih malu untuk tampil. Kulihat jam di dinding pukul empat pagi, tak seperti biasanya... kantukku sudah pergi dan badan pun sudah segar dibalut air mandi.  Kami tunaikan kewajiban pagi dan pergi subuh hari, kami senang merasakan angin subuh semilir melintasi badan ini, semakin segar mata-mata kami. Hangatnya sang surya menyapa malu-malu tubuh ini, menandakan waktu beranjak pagi. Suasana ramai kala itu, karena kami akan melakukan perjalanan pagi. Perjalanan kali ini menyiratkan makna besar bagiku, sebuah makna kehidupan yang singkat, ya kehidupan yang singkat... Sesingkat adzan bertemu dengan iqomah... Tanpa ku sangka dan tak pernah terlintas dipikirannku aku menyaksisakan kejadian itu dengan kedua bola mataku, kulihat banyaknya rona merah pekat dimana-mana, tapi bukan kebahagiaan melainkan tanda kesedihan bagi keluarga yang di tinggalkan... Atas kejadian itu aku menyadari bahwa  kesempatan umur terlalu singkat untu...